Jika di postingan sebelumnya membahas tentang bagaimana menjadi konsumen cerdas di pasar modern, kali ini Saya akan membahas di pasar tradisional.
Pasar-pasar tradisional kini mulai tergusur eksistensinya oleh pasar-pasar modern. Tempatnya yang kotor dan tidak higienis, barang-barang yang ditawarkan kalah bersaing dengan barang yang dijual oleh pasar modern, suasana yang kurang nyaman, dan lain sebagainya. Itulah kelemahan dari pasar-pasar tradisional. Walaupun begitu, masih banyak pasar tradisional yang terawat kondisinya dan juga banyak peminatnya.
Seperti pada saat berbelanja di pasar modern, di pasar tradisional pun kita harus menjadi konsumen yang cerdas dan bijak dalam membeli barang. Mungkin hampir sama dengan yang di pasar modern, cuma sedikit berbeda Oke, sekarang mari kita simak bersama sedikit tips dari saya, semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk membaginya kepada orang disekitar Sobat:
- Berbelanja sesuai kebutuhan, bukan karena keinginan.
- Sebelum berbelanja, sebaiknya membuat skala prioritas, yaitu mengurutkan atau membuat daftar barang-barang yang akan dibeli mulai dari yang terpenting sampai yang kurang penting. Skala ini juga bisa membantu Sobat dalam memprediksi berapa banyak uang yang akan dikeluarkan saat berbelanja. Dan bisa juga melatih kedisiplinan. Bolehlah membeli barang diluar skala yang dibuat, tapi jangan terlalu banyak! Semakin banyak barang diluar skala yang Sobat beli, semakin rendah sifat disiplin Sobat
- Lihat kondisi fisik dan lingkungan sekitar dari pasar yang Sobat kunjungi. Jika pasar yang Sobat kunjungi kondisi fisik dan lingkungan sekitarnya tidak layak, Saya anjurkan agar jangan berbelanja disana. Bisa saja barang yang Sobat beli telah ‘terserang’ virus dan bakteri karena tidak higienisnya tempat berbelanja.
- Pintar-pintarlah menawar!
- Rebut hati pedagangnya! Eits..ini tidak bukan bertujuan yang aneh-aneh. Tujuannya hanya satu: Mendapatkan harga miring dari sang pedagangnya. Caranya banyak kok. Dari menjadi pelanggan tetap, sering-sering ajak ngobrol, atau bagaimanapun cara Sobat.
- Perhitungkan juga lokasi. Peribahasa lain ladang, lain belalang juga berlaku disini. Setiap tempat belanja, pasti menawarkan harga yang yang berbeda dan berusaha untuk menjadi yang termurah. Jadi, kalau bisa, tiap selang berapa waktu, tak salah bukan jika berganti tempat belanja.
- Jangan mudah terbujuk tawaran gila-gilaan dari pedagang. Survei dulu ke pedagang lainnya dan liat juga kondisi barangnya.
- Lihatlah kondisi fisik barang yang Sobat beli. Ini sangat penting karena sekarang banyak pedagang-pedagang nakal yang menghalalkan segala cara agar barang dagangannya laku. Entah itu diberi formalin, boraks, pewarna tekstil, atau bahan pengawet non-pangan lainnya. Misalkan ikan. Pilihlah yang segar, tidak pucat, masih berbau amis. Jika daging sapi, belilah daging yang digantung supaya Sobat mengetahui daging tersebut gelonggongan atau tidak.
- Jika telah memenuhi semua kebutuhan Sobat, segeralah pulang karena bisa jadi, Sobat tergoda untuk membeli barang-barang yang lain yang sebetulnya tidak penting.
Itulah sedikit tips dari Saya. Suksesnya Sobat menjadi orang yang bijak dan cerdas dalam berbelanja atau tidak, tergantung dari Sobat sendiri. Sobat pun juga bisa mencari cara tersendiri yang sekiranya cocok dengan Sobat. Tulisan ini berdasarkan pengalaman saya dan buku-buku yang saya baca. Terima Kasih.


0 komentar:
Post a Comment